Site icon Serambi Mekkah

Pilar Keempat dalam Pendidikan Anak: Membentengi Anak Dengan Dzikir

Dalam mendidik anak, salah satu pilar yang sangat penting adalah membentengi mereka dengan dzikir. Ini bukan hanya soal tradisi, melainkan dzikir syar’i dan juga soal perlindungan dan keselamatan dari berbagai gangguan yang tidak terlihat, namun nyata adanya. Dzikir syar’i yang diajarkan oleh Nabi Muhammad ﷺ memiliki efek yang besar dalam menjaga kebaikan dan keselamatan anak-anak kita dari fitnah dan keburukan. Sungguh telah disyariatkan kepada  kedua orang tua untuk membentengi keturunannya sebelum diciptakan.

Dari Ibnu Abbas, Nabi ﷺ bersabda, 

“Jika salah seorang dari kalian ingin berhubungan intim dengan istrinya, lalu ia membaca doa: ‘Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari gangguan setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami,’ kemudian jika Allah menakdirkan lahirnya anak dari hubungan intim tersebut, maka setan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya.” HR Bukhari (6388) dan Muslim (1434)

Ucapan ini, “dan jauhkanlah syaithan dari apa yang Engkau anugerahkan kepada kami” adalah perlindungan yang besar bagi anak-anak agar selamat dari keburukan syaithan dan sekutunya. Bayangkan saja, dalam setiap momen penting dalam hidup kita, kita meminta perlindungan dari Allah dari gangguan setan yang bisa merusak.

Setelah anak lahir, tugas kita sebagai orang tua belum selesai. Kita harus terus membentengi mereka dengan dzikir-dzikir syar’i. Nabi Muhammad ﷺ pun memohonkan perlindungan untuk cucunya, Hasan dan Husain, dengan membaca, 

“Aku memohon perlindungan dengan kalimat Allah yang sempurna untuk kalian berdua, dari gangguan setan dan binatang berbisa, dan dari pandangan mata (ain) yang membuat sakit.” 

Kemudian beliau ﷺ bersabda: “Ayah kalian (Ibrahim) memohon  perlindungan  untuk  Ismail  dan  Ishaq dengan kalimat doa tersebut. HR Bukhari (3371) dan Abu Daud dalam As Sunan (4737) dan ini lafaz hadits beliau.

Mengajarkan dzikir sejak dini kepada anak-anak sangat penting. Mulailah dengan dzikir harian seperti dzikir pagi dan petang, doa masuk dan keluar rumah, doa makan, serta doa ketika memakai pakaian dan semisalnya. Anak-anak yang tumbuh dalam kebiasaan berdzikir kepada Allah akan mendapatkan keberkahan dalam seluruh urusannya.

Oleh Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al Badr diterjemahkan oleh Abu Razin Al Batawiy.

(tulisannya bisa diakses di situs beliau www.al- badr.net)

Exit mobile version