Maulid Nabi Bid’ah ?

Author
Tengku Rangkang

Maulid nabi besar Muhammad SAW merupakan salah satu peristiwa yang sakral di kalangan umat islam, maulid berasal dari kata walada yang artinya kelahiran, maulid adalah memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan menyiapkan makanan, membaca shalawat dan kisah kisah kehidupan nabi Muhammad SAW. dengan mengetahui sejarah kelahiran nabi, diharapkan akan memupuk rasa cinta kepada nabi Muhammad SAW dan menjadikan kita sebagai hamba yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, bahkan perayaan maulid Nabi pada tanggal 12 Rabiul Awal menjadi momen hari libur nasional sebagaimana hari-hari besar islam lainnya.

namun demikian, dalam hal ini ada sebagian kelompok yang tidak memperbolehkan kegiatan tersebut, alasan mereka karena merayakan Maulid Nabi merupakan perbuatan bid’ah yang harus ditinggalkan, mereka mengatakan bid’ah karena pada zaman Nabi tidak ditemukan adanya maulid, bila seseorang melakukan apa yang tidak ada pada zaman nabi, maka hal tersebut dikatakan bid’ah.

Maka kita harus meluruskan pemikiran tersebut, diantaranya dengan melihat beberapa unsur yang terkandung dalam perayaan maulid, unsur-unsur tersebut antara lain:

Bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, Al Quran menegaskan bahwa dianjurkan untuk memperbanyak salawat kepda baginda Nabi Muhammad SAW, sebagaimana firman Allah dalam surat Al Ahzab ayat 56:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“sesunguhnya Allah dan para Malaikatnya bershalawat kepda Nabi, wahai orang orang yang beriman, bershalawatlah kamu kepada Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh pengormatan kepadanya”

mengagungkan nabi Muhammad SAW sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Taimiyah dalam kitabnya Istidla Al Shirat al-Mustaqim merupakan perkara terpuji yang bernilai pahala:

 فتعظيم المولود و اتخاذه موسما قد يفعله بعض الناس و يكون له فيه اجر عظيم لحسن قصده و تعظيمه لرسول الله صلي الله عليه و سلم

Mengagungkan maulid dan menjadikannya sebagai hari raya setiap muslim, telah dilakukan oleh sebagian orang dan didalamnya terdapat pahala yang sangat besar karena niatnya yang baik dan mengagungkan Rasulullah SAW.

Peringatan maulid Nabi memang suatu yang belum pernah dilakukan oleh Nabi sebelumnya, dan dapat dikategorikan sebagai perbuatan yang bid`ah, namun bid`ah yang hasanah. Sebagaimana komentar al-Imam as-Suyuthi dalam kitab al-Hawi lil Fatawi sebagai berikut:

Jawabannya menurut saya bahwa asal perayaan Maulid nabi SAW, yaitu manusia berkumpul membaca al-Qur`an dan kisah kisah teladan kemudian menghidangkan makanan yang di nikmati bersama, setelah itu mereka pulang. Hanya itu yang di lakukan, tidak lebih. Semua itu termasuk bid`ah hasanah. Orang yang melakukannya diberi pahala karena mengagungkan derajat Nabi SAW, menampakkan suka cita dan kegembiraan atas kelahiran Nabi SAW yang mulia.

Tidak hanya itu, Nabi juga pernah merayakan hari kelahiran beliau dengan cara berpuasa. Sebagaimana dalam sebuah Hadis Riwayat Muslim:

عَنِ ابْي قَتَادَةَ الِانْصَارِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ الْإِثْنَيْنِ فَقَالَ فِيهِ وُلِدْتُ وَفِيهِ انْزِلْ عَلَيَّ  رواه مسلم

“Dari Abi Qatadah al-Anshari. Sesungguhnya Rasulullah SAW ditanya tentang puasa senin (yang sudah menjadi kebiasaan beliau). Lalu beliau menjawab “Pada hari itu aku di lahirkan dan (pada hari itu pula) wahyu diturunkan kepadaku”. (HR. Muslim)

   Maka dari sini dapat disimpulkan bahwa tidak semua hal yang belum pernah dilakukan oleh Nabi di kategorikan sebagai bid`ah yang tercela, yang perlu kita lihat adalah menyalahi pada tatanan syariat atau tidak. Jika sejalan atau tidak bertentangan dengan syari’at, maka dikatakan bid’ah hasanah (atau sunnah menurut sebagian ulama). Namun jika konsepnya menyalahi pada tatanan syariat, maka kita kategorikan sebagai bid`ah sayyiah yang patut kita tinggalkan.

bid'ahhari besar islamMaulid
Tengku Rangkang

Tengku Rangkang

Teungku Rangkang, adalah nama Penanya. Seorang Ustadz Pesantren Al-Fathani Darussalam. Sehari-harinya mengajar kitab kuning, selain kesibukan mengajar, beliau juga gemar menulis intisari dari berbagai kitab kuning, sehingga bisa dibaca oleh semua kalangan melalui blog ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *