Najis, pengertian dan Pembagiannya

Author
Tengku Rangkang

Najis merupakan benda yang menghalangi sahnya sembahyang, sedangkan hadas adalah keadaan seseorang tidak boleh melakukan salat dan sebagainya daripada perbuatan-perbuatan yang disyaratkan dalam keadaan suci

Najis terbagi menjadi tiga jenis:  najis ringan najis pertengahan dan najis berat najis ringan adalah kencing bayi laki-laki yang belum makan apa-apa kecuali asi sedangkan najis sedang adalah najis najis yang lain selain daripada anjing dan babi, sedangkan najis berat adalah anjing dan babi, dan semua unsur yang berasal dari salah satu keduanya.

secara umum najis pertengahan adalah setiap kotoran atau setiap benda cair yang keluar daripada dubur makhluk hidup seperti kotoran, kencing, juga termasuk najis adalah darah , nanah dan setiap bangkai hewan, bangkai adalah hewan yang mati daripada hewan yang tidak bisa dikonsumsi atau bisa dikonsumsi namun hewan tersebut mati bukan dengan sebab disembelih secara syar’i.

Benda-benda yang najis tidak bisa disucikan kecuali dua macam yaitu setiap kulit bangkai yang disamak dan arak yang telah berubah menjadi cuka

Kulit bangkai yang disamak menjadi suci apabila dihilangkan seluruh lendir-lendirnya dan darah-darahnya dengan benda yang kesat seperti halnya amplas atau benda-benda lainnya walaupun benda tersebut najis seperti kotoran merpati maka kulit tersebut dihukumi kepada suci karena telah melewati proses sama ketentuan suci kulit tersebut apabila direndam dalam air maka dia tidak akan kembali busuk sedangkan seluruh tulang dan bulu bangkai hukumnya najis dan tidak dapat berubah menjadi suci.

BangkaibersuciNajis
Tengku Rangkang

Tengku Rangkang

Teungku Rangkang, adalah nama Penanya. Seorang Ustadz Pesantren Al-Fathani Darussalam. Sehari-harinya mengajar kitab kuning, selain kesibukan mengajar, beliau juga gemar menulis intisari dari berbagai kitab kuning, sehingga bisa dibaca oleh semua kalangan melalui blog ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *