Sahkah Shalat Yang Saya Lakukan ?

Author
Tengku Rangkang

Shalat merupakan ibadah yang paling penting dalam islam, kewajiban melakukan shalat berlaku untuk setiap individu muslim, tanpa memandang status, keadaan dan harta, jika puasa hanya wajib bagi mereka yang tidak sedang musafir atau sakit, maka shalat wajib bagi keduanya, jika haji tidak wajib bagi mereka yang miskin, shalat tidak memandang miskin atau kaya, kewajiban shalat merata kepada seluruh muslim yang baligh dan berakal, tanpa memandang status kekayaan maupun kesehatan.

untuk melakukan shalat, ada hal hal yang harus diperhatikan, antara lain yaitu:

a. Suci dari hadast dan najis, hadast adalah keadaan seseorang yang menyebabkan tidak sah melakukan shalat, baik berupa hadast kecil maupun hadast besar, sedangkan najis adalah benda yang mencegah sah shalat, misalnya darah, nanah, muntah, dan setiap cairan yang keluar dari kemaluan kecuali mani, untuk menghilangkan hadast adalah dengan berwudhu, menggunakan air yang suci dan menyucikan dan bertayammum jika tidak memungkinkan untuk berwudhu, sedangkan untuk menghilangkan najis, maka harus dibasuh dengan air yang mengalir, hingga hilang warna, bau dan rasa dari suatu najis, perlu tambahan air yang dicampur tanah dan ditambah basuhan enam kali untuk najis berat, baik berasal dari anjing atau babi.

b. Menghadap kiblat yaitu menghadap ke ka’bah dengan dada bagi orang yang mampu, sedangkan bagi mereka yang tidak mampu, dalam keadaan terikat misalnya, maka boleh baginya menghadap kemana saja, landasan bagi seseorang mengetahui arah kiblat cukup dengan prasangka, sehingga tidak perlu pemeriksaan ulang untuk menetukan arah kiblat pada suatu tempat shalat, karena prasangka baru tidak dapat membatalkan prasangka yang lama

c. Menutup aurat, aurat dalam shalat bagi laki laki adalah antara pusar dan lutut, sedangkan bagi perempuan adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan, seluruh rambut dan bagian bawah dagu termasuk aurat, sehingga wajib ditutup ketika shalat

d. Meyakini masuk waktu shalat, seseorang yang shalat tanpa peduli dengan masuk waktu atau tidak, maka shalatnya tidak sah walaupun shalat yang ia lakukan di dalam waktu.

Jika seseorang lengkap syarat melakukan shalat, maka secara syar’i shalat tersebut sah, sehingga ia termasuk dalam kategori orang orang yang mengerjakan shalat.

shalatsyarat sah shalat
Tengku Rangkang

Tengku Rangkang

Teungku Rangkang, adalah nama Penanya. Seorang Ustadz Pesantren Al-Fathani Darussalam. Sehari-harinya mengajar kitab kuning, selain kesibukan mengajar, beliau juga gemar menulis intisari dari berbagai kitab kuning, sehingga bisa dibaca oleh semua kalangan melalui blog ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *