Syariat Islam Modal Menuju Kemakmuran

Author
Tengku Rangkang

Sebagai daerah yang menerapkan syariat islam, provinsi Nanggroe Aceh Darussalam memiliki penduduk muslim yang mayoritas, hampir 98% masyarakatnya beragama islam, adat istiadat dan budaya juga tidak jauh dari nuansa islam, sebut saja Kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW yang akan digelar bulan depan, berbondong bondong masyarakat Aceh merayakannya hampir seratus hari, yang dilakukan secara bergilir oleh penduduk desa, organisasi dan lembaga masyarakat Aceh, belum lagi budaya berpakaian bagi muslimah Aceh, dan budaya memuliakan tamu sebagaimana semboyan “Pemulia jamee adat geutanyoe” yang bermakna memuliakan tamu adalah adat kita.

namun belakangan ini, juga dari rakyat aceh sendiri muncul berbagai perilaku yang mencederai budaya islami Aceh, seperti konser yang tidak membatasi laki-laki dan perempuan, demo kenaikan BBM yang kerap merusak fasilitas umum, banyaknya pemuda yang memakai celana pendek, sehingga sebagian auratnya yang seharusnya ditutup malam nampak, ini merupakan beberapa perilaku yang sangat tidak sesuai dengan norma dan budaya masyarakat Aceh.

Jika ditelusuri lebih jauh, ini merupakan penyakit sosial yang harus diobati bersama, bukan hanya tugas ulama sebagai pembimbing ummat, juga bukan hanya tugas pemerintah dalam mengelola negara, tapi tugas bersama yang harus diselesaikan, kita harus bahu-membahu saling membantu untuk mencegah kemungkaran, sebagai rakyat yang mencintai pemimpinnya, dan pemimpin yang menjaga rakyatnya, sudah waktunya bagi kita untuk berubah, melestarikan budaya dan kultur islami masyarakat Aceh sebagai tugas utama dalam menegakkan syariat, sehingga terciptalah masyarakat Aceh yang beriman, menjalankan perintah Allah dan mentaati anjuran Rasulullah SAW.

hal ini jelas tertera di dalam al Qur’an surat al A’raf ayat 96 yang berbunyi:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ ٱلْقُرَىٰٓ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوْاْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَٰتٍۢ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَٰهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

jikalau seandainya penduduk suatu desa beriman dan bertaqwa kepada Allah, maka akan kami buka kepada mereka berkah langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan ayat ayat kami, maka kami binasakan mereka dengan sebab apa yang telah mereka kerjakan.

Dalam ayat tersebut Allah berjanji akan memberikan kemakmuran dan kesejahteraan bagi mereka yang taat kepada Allah, menjalankan syariatnya, tidak bermaksiat kepada Allah, hal ini telah dibuktikan oleh pendahulu rakyat aceh dahulu, pada masa sultan Iskandar Muda, aceh merupakan salah satu negara kuat dan maju, karena pemimpin dan rakyatnya bertaqwa kepada Allah, sehingga terciptalah masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.

makmurnegarasyariah
Tengku Rangkang

Tengku Rangkang

Teungku Rangkang, adalah nama Penanya. Seorang Ustadz Pesantren Al-Fathani Darussalam. Sehari-harinya mengajar kitab kuning, selain kesibukan mengajar, beliau juga gemar menulis intisari dari berbagai kitab kuning, sehingga bisa dibaca oleh semua kalangan melalui blog ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *