Tata Cara Tayammum Menurut Mazhab Syafi’i

Author
Tengku Rangkang
Tayammum-Featured Image

Tata Cara tayamum menurut Mazhab Syafi’i

Tayammum secara bahasa adalah menyengaja sesuatu, sedangkan menurut istilah fiqih adalah mengangkat debu ke wajah dan kedua tangan dengan beberapa syarat tertentu.

Tayamum adalah tata cara bersuci bagi orang yang ingin menghilangkan hadas kecil maupun hadas besar sedangkan ia tidak memiliki air untuk mandi ataupun berwudhu maka supaya ia sah melakukan shalat satu-satunya alternatif adalah dengan bertayamum ataupun iya dalam keadaan sakit yang tidak boleh terkena air jika terkena air maka akan menyebabkan bertambah parah atau lama sembuh dan menyisakan bekas luka yang dalam maka boleh juga baginya untuk bertayamum.

Adapun syarat tayamum bagi orang yang tidak memiliki air adalah dengan mencari air sekelilingnya dengan jarak jika ia minta tolong maka akan terdengar dengan jarak tersebut, jika ia tidak mendapati air maka boleh baginya untuk bertayamum, adapun syarat bagi orang yang sakit adalah dikhawatirkan lama sembuh atau meninggalkan bekas luka pada anggota yang nampak ketika bekerja.

Media yang digunakan untuk bertayamum adalah tanah yang kering yang berdebu dan suci tidak bercampur dengan najis atau debu yang telah digunakan untuk tayamum sedangkan rukun tayamum adalah memindahkan debu dengan tangan ke wajah dan kepada dua tangan hingga  siku sambil diiringi dengan berniat untuk membolehkan salat.

Sedangkan hal-hal yang membatalkan tayamum adalah setiap hal yang membatalkan wudhu atau mengetahui adanya air. Dalam satu tayamum seseorang hanya boleh melakukan satu shalat fardhu dan boleh melakukan beberapa shalat sunnah jika tayamum tersebut diniatkan untuk memegang Al-quran maka tidak boleh digunakan untuk salat sebaliknya jika tayamum tersebut dia niatkan untuk shalat maka boleh digunakan untuk memegang Alquran atau tawaf sunnah dan shalat sunnah.

bersucitayammumwudhu
Tengku Rangkang

Tengku Rangkang

Teungku Rangkang, adalah nama Penanya. Seorang Ustadz Pesantren Al-Fathani Darussalam. Sehari-harinya mengajar kitab kuning, selain kesibukan mengajar, beliau juga gemar menulis intisari dari berbagai kitab kuning, sehingga bisa dibaca oleh semua kalangan melalui blog ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *