Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍ
innal-muttaqiina fii jannaatiw wa ‘uyuun
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan mata air,”
(QS. Az-Zariyat 51: Ayat 15)
اٰخِذِيْنَ مَاۤ اٰتٰٮهُمْ رَبُّهُمْ ۗ اِنَّهُمْ كَا نُوْا قَبْلَ ذٰلِكَ مُحْسِنِيْنَ
aakhiziina maaa aataahum robbuhum, innahum kaanuu qobla zaalika muhsiniin
“mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat baik,”
(QS. Az-Zariyat 51: Ayat 16)
كَا نُوْا قَلِيْلًا مِّنَ الَّيْلِ مَا يَهْجَعُوْنَ
kaanuu qoliilam minal-laili maa yahja’uun
“mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam;”
(QS. Az-Zariyat 51: Ayat 17)
وَبِا لْاَ سْحَا رِ هُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ
wa bil-as-haari hum yastaghfiruun
“dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).”
(QS. Az-Zariyat 51: Ayat 18)
Gambaran Surga Dalam Quran
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّ اَصْحٰبَ الْجَـنَّةِ الْيَوْمَ فِيْ شُغُلٍ فٰكِهُوْنَ
inna ash-haabal-jannatil-yauma fii syughuling faakihuun
“Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).”
(QS. Ya-Sin 36: Ayat 55)
هُمْ وَاَ زْوَا جُهُمْ فِيْ ظِلٰلٍ عَلَى الْاَ رَآئِكِ مُتَّكِــئُوْنَ
hum wa azwaajuhum fii zhilaalin ‘alal-arooo-iki muttaki-uun
“Mereka dan pasangan-pasangannya berada dalam tempat yang teduh, bersandar di atas dipan-dipan.”
(QS. Ya-Sin 36: Ayat 56)
لَهُمْ فِيْهَا فَا كِهَةٌ وَّلَهُمْ مَّا يَدَّعُوْنَ
lahum fiihaa faakihatuw wa lahum maa yadda’uun
“Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa saja yang mereka inginkan.”
(QS. Ya-Sin 36: Ayat 57)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اُولٰٓئِكَ لَهُمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهِمُ الْاَ نْهٰرُ يُحَلَّوْنَ فِيْهَا مِنْ اَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَّ يَلْبَسُوْنَ ثِيَا بًا خُضْرًا مِّنْ سُنْدُسٍ وَّاِسْتَبْرَقٍ مُّتَّكِـئِيْنَ فِيْهَا عَلَى الْاَ رَآئِكِ ۗ نِعْمَ الثَّوَا بُ ۗ وَحَسُنَتْ مُرْتَفَقًا
ulaaa-ika lahum jannaatu ‘adning tajrii ming tahtihimul-an-haaru yuhallauna fiihaa min asaawiro ming zahabiw wa yalbasuuna siyaaban khudhrom ming sungdusiw wa istabroqim muttaki-iina fiihaa ‘alal-arooo-ik, ni’mas-sawaab, wa hasunat murtafaqoo
“Mereka itulah yang memperoleh Surga ‘Adn, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; (dalam surga itu) mereka diberi hiasan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutra halus dan sutra tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. (Itulah) sebaik-baik pahala dan tempat istirahat yang indah;”
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 31)
وَا ضْرِبْ لَهُمْ مَّثَلًا رَّجُلَيْنِ جَعَلْنَا لِاَ حَدِهِمَا جَنَّتَيْنِ مِنْ اَعْنَا بٍ وَّحَفَفْنٰهُمَا بِنَخْلٍ وَّجَعَلْنَا بَيْنَهُمَا زَرْعًا
wadhrib lahum masalar rojulaini ja’alnaa li-ahadihimaa jannataini min a’naabiw wa hafafnaahumaa binakhliw wa ja’alnaa bainahumaa zar’aa
“Dan berikanlah (Muhammad) kepada mereka sebuah perumpamaan, dua orang laki-laki, yang seorang (yang kafir) Kami beri dua buah kebun anggur dan Kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma dan di antara keduanya (kebun itu) Kami buatkan ladang.”
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 32)
كِلْتَا الْجَـنَّتَيْنِ اٰتَتْ اُكُلَهَا وَلَمْ تَظْلِمْ مِّنْهُ شَيْـئًـا ۙ وَّفَجَّرْنَا خِلٰـلَهُمَا نَهَرًا
kiltal-jannataini aatat ukulahaa wa lam tazhlim min-hu syai-aw wa fajjarnaa khilaalahumaa naharoo
“Kedua kebun itu menghasilkan buahnya, dan tidak berkurang (buahnya) sedikit pun, dan di celah-celah kedua kebun itu Kami alirkan sungai,”
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 33)
Penghuni Surga sesuai dengan Al-Quran salah satunya adalah mereka yang sedikit sekali tidur pada waktu malam dan pada akhir malam mereka memohon ampunan kepada Allah.
Ilustrasi Surga

