Acara Solidaritas Indonesia untuk Palestina yang bertajuk “Indonesia Bersama Palestina” di gelar pada 14 Ramadhan 1446 Hijriah, sebagai peringatan 2 tahun sosialisasi Yayasan Persahabatan Studi Peradaban dengan semangat mendukung kemerdekaan Palestina.
Jakarta (Serambi Mekkah) – Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia kembali menegaskan dukungannya kepada kemerdekaan Palestina pada Jumat, 14 Maret 2025, melalui acara solidaritas “Indonesia Bersama Palestina”, di Puri Ardhya Garini, Jakarta Timur.
Dalam suasana yang khidmat, acara solidaritas Indonesia Bersama Palestina dibuka dengan mengumandangkan lagu kebangsaan kedua negara. Momentum ini menjadi simbol kuatnya hubungan persaudaraan antara Indonesia dan Palestina yang telah terjalin sejak lama.
Pemutaran video statistik pasca Taufan Al-Aqsa memberikan gambaran nyata tentang situasi terkini di Gaza. Data-data yang ditampilkan menunjukkan besarnya dampak kemanusiaan yang dialami rakyat Palestina.

Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, dalam pidatonya menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan untuk Palestina dan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan.

Wakil Menteri Luar Negeri, Anis Matta, menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina, seraya menambahkan bahwa isu palestina adalah isu bersatunya umat muslim seluruh dunia yang terpisah oleh geografis.
“Dilihat lebih luas lagi, narasi perjuangan palestina saat ini adalah narasi yang bukan hanya diantara para muslimin saja namun sudah menjadi isu global dimana menjadi isu kemanusiaan, yang mana setiap hari disini adalah genosida”, ujar Anis Matta. Perubahan narasi perjuangan Palestina ini menurutnya akan menjadi ‘game changer’ yang mengubah konstelasi politik kawasan dan global.
Israel yang selama ini membangun legitimasi berdasarkan narasi sebagai korban pembantaian pada Holocaust, kini justru menjadi pelaku pembantaian terhadap warga Palestina yang dulu telah memberikan rumah bagi mereka seusai perang dunia kedua, bahas Anis Matta.
Wakil Menteri Luar Negeri dan juga Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, dalam pidatonya juga mengkritik standar ganda negara-negara Barat dalam menyikapi isu Palestina dibandingkan konflik lain.
Acara ini diperkaya dengan penampilan nasyid dan juga terdapat drama “Kami tidak akan melupakanmu Palestina”, yang dibawakan oleh anak-anak Palestina, menggambarkan tanah mereka yang damai kemudian dijajah namun tetap memiliki semangat perjuangan dan harapan akan masa depan yang lebih baik, yaitu kembalinya kedamaian di tanah mereka.

Dr. Ahed Abu Alatta, Direktur Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP), melaporkan berbagai program bantuan yang telah dilaksanakan dalam video-video dokumentasi kegiatan, yayasan ini telah menjadi jembatan penting dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan dari Indonesia ke Palestina serta pernyataan para tokoh Indonesia salah satunya adalah Presiden Prabowo Subianto yang mendukung kemerdekaan Palestina pun semakin memperkuat pesan solidaritas Indonesia terhadap perjuangan Palestina.

Sementara itu, Dr. Fadli Zon selaku Menteri Kebudayaan menekankan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mendukung kemerdekaan Palestina sesuai dengan amanat konstitusi Republik Indonesia.

Acara ditutup dengan pemberian cinderamata berupa kufiyah asli Palestina kepada para tamu undangan.
Kegiatan yang berlangsung ini menjadi bukti nyata kuatnya solidaritas Indonesia untuk Palestina, sekaligus menunjukkan peran aktif berbagai elemen masyarakat dalam gerakan kemanusiaan untuk Palestina.








Tinggalkan Balasan