serambimekkah.com – QUANTA FARM menerapkan inovasi dalam produksi telur berkualitas tinggi di sekitar sungai Cisadane, di kelurahan Semplak, kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, kata pemilik peternakan ayam layer tersebut yang terletak di tengah kota, Kusnan bin Kundori, pada Kamis (19/9), dengan berbagai teknik modern yang diterapkan untuk menghasilkan telur reguler dan telur kaya omega-3.

Peternakan Ayam Layer QUANTA FARM, Kamis (19/9/2024). (Serambi Mekkah)

“Kami menggunakan sistem kandang cages dengan kolam di bawahnya untuk mengurangi bau amonia,” ujar pemilik peternakan, seraya menambahkan, sistem ini juga memungkinkan pemeliharaan ikan yang membantu mengolah limbah.

Peternakan ini memiliki dua jenis produksi utama, yaitu telur komersial reguler dan telur omega, Kusnan menambahkan, seraya menjelaskan, untuk telur omega, ayam diberi pakan khusus yang diperkaya dengan biji flaxseed, biji rami, dan minyak ikan. 

“Telur omega kami mengandung omega-3 hingga lima kali lipat dibanding telur biasa, dengan kolesterol hingga 50% lebih rendah, kuning telur omega lebih orange warnanya,” jelasnya.

Peternakan tersebut menggunakan dua jenis ayam petelur, yaitu Hy-Line untuk telur reguler dan Galur ISA Brown untuk telur omega dan kedua jenis ini dipilih karena produktivitasnya yang tinggi, dengan Hy-Line yang cukup produktif dan ISA Brown mampu mencapai tingkat produksi hingga 95%, ungkap Kusnan.

Foto mixer pakan millik QUANTA FARM (Serambi Mekkah)
Mixer pakan millik QUANTA FARM (Serambi Mekkah)

Tantangan utama dalam industri ini adalah fluktuasi harga pakan dan telur, dan untuk mengatasi hal tersebut, peternakan membuat pakan sendiri.

“Dengan mencampur pakan sendiri, kami bisa menghemat sekitar Rp1.000 per kilogram dibandingkan membeli dari pabrik,” tambah Kusnan.

Foto Peternakan Ayam Petelur QUANTA FARM
Peternakan Ayam Layer QUANTA FARM (Serambi Mekkah)

Peternakan tersebut memiliki dua blok dengan dua jenis ayam petelur, kata Kusnan, seraya menjelaskan, pada satu blok, saat ini terdapat 1.020 ekor ayam galur ISA Brown yang berusia 34 pekan dan menghasilkan sekitar 900 butir telur per hari.

Menurut Kusnan, peternakannya memelihara ayam mulai dari usia 16 hingga 100 pekan, dan dalam masa produksi tersebut, satu ekor ayam dapat menghasilkan sekitar 300 butir telur, meskipun di Eropa angka ini bisa mencapai 500 butir.

Ciri ayam yang sudah berumur tua adalah bobot telurnya yang cukup besar, sekitar 70 gram, ujar Kusnan, harapannya dengan usia produktif yang cukup lama hingga 100 pekan, ayam kita di Indonesia ini dapat mencapai produksi 500 butir seperti di Eropa.

Pemilik peternakan tersebut berharap inovasi yang diterapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas telur, sekaligus menjaga lingkungan.

“Kami terus berupaya menyeimbangkan produksi yang efisien dengan praktik ramah lingkungan,” tutupnya.

Data statistik :
– Jumlah Kandang : 2 blok dengan 2 Jenis Ayam Petelur
– Jenis Ayam : Hy-Line & Galur ISA Brown
– Produksi telur harian 1 blok : ±900 butir (dari 1.020 ekor ayam)
– Usia produktif ayam : 16-100 minggu
– Produksi telur per ayam : ±300 butir selama masa produksi
– Kandungan omega-3 : hingga 5 kali lipat dibanding telur biasa
– Penurunan kolesterol : hingga 50% dibanding telur reguler