BOGOR – serambimekkah.com – Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Koordinator Wilayah (Korwil) Bogor menggelar acara “Ngobrol Bisnis KPMI Goes to Industry” yang dihadiri oleh puluhan pengusaha dengan tujuan mengedukasi para pengusaha muslim tentang peluang budidaya ayam petelur di peternakan milik Kusnan di kawasan Semplak, Kec. Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/09/2024). 

Kusnan bin Kundori, pemilik peternakan sekaligus Direktur Klub Bisnis KPMI Bogor, menjelaskan potensi besar bisnis telur ayam di Indonesia, “Konsumsi telur per kapita di Indonesia baru 6-7 kg per tahun, jauh di bawah negara lain yang sudah belasan kilo. Ini peluang besar bagi kita,” ujarnya.

Dalam paparannya, Kusnan memaparkan aspek teknis beternak ayam petelur, mulai dari pemilihan bibit, manajemen kandang, manajemen pakan, hingga manajemen pemeliharaan ayam.

“Ayam petelur itu sensitif. Stres sedikit saja bisa mempengaruhi produksi telur. Makanya kita harus jeli memperhatikan kondisi ayam dan lingkungan kandang,” tutur Kusnan.

“Ini bisnis makhluk hidup, harus siap mental. Kadang ada kejadian satu kandang bisa mati semua karena listrik padam dan tidak ada oksigen,” jelas Kusnan dengan penekanan akan pentingnya kesiapan mental dalam memulai bisnis peternakan ayam petelur ini.

Kusnan menjabarkan gambaran skala 1.000 ekor ayam dengan modal sekitar Rp158 juta untuk ayam siap bertelur (pullet) atau Rp167 juta dari DOC (day old chick), ditambahkan juga oleh Kusnan, “Bisa mulai dari 100 ekor dulu untuk belajar. Nanti kita bisa bikin paket kemitraan mulai dari 10-90 ekor, cukup disesuaikan aja skalanya dari perhitungan 1.000 ekor ayam tadi.”

Ustadz Ahmad Suryana B.B.A, D.B.A., pembina KPMI Bogor memberikan nasehat fikih muamalah. (28-09) (serambimekkah.com)
Ustadz Ahmad Suryana B.B.A, D.B.A., pembina KPMI Bogor memberikan nasehat fikih muamalah. (28/09) (serambimekkah.com)

Sementara itu, Ustadz Ahmad Suryana B.B.A, D.B.A., pembina KPMI Bogor, menekankan pentingnya memahami fikih muamalah dalam berbisnis, seraya menegaskan, “Bisnis itu harus dilandasi ilmu agama, terutama fikih muamalah. Ini penting agar kita tahu hak dan kewajiban dalam bermitra, serta menghindari praktik yang dilarang syariat. Banyak sengketa bisnis terjadi karena tidak memahami ilmu syariat (agama) terkait bisnis.”

Ustadz Ahmad juga mengingatkan pentingnya memperhatikan hak-hak lingkungan sekitar dalam berbisnis, beliau mengungkapan, “Ini diatur dalam fikih muamalah sebagai huququl irtifaq atau hak-hak kebaikan.”

Huquq al-irtifaq atau hak irtifak adalah hak pemanfaatan suatu benda tidak bergerak, baik milik pribadi maupun milik bersama, sederhananya adalah hak lingkungan, yaitu mencakup : Hak Syurf (jalur atau akses air); Hak Khusyafah (air bersih); Hak Majra (air buangan); Hak Murur (jalur lewat atau akses jalan),” pemaparan Ustadz Ahmad.

Para peserta acara menyimak pemaparan tentang peluang budidaya ayam petelur. (28-09) (serambimekkah.com)
Para peserta acara menyimak pemaparan tentang peluang budidaya ayam petelur. (28/09) (serambimekkah.com)

Acara “Ngobrol Bisnis Goes to Industry” ini merupakan bagian dari program rutin KPMI Bogor untuk memberi wawasan dan inspirasi bisnis bagi publik yang rencananya akan digelar setiap pekan pada bulan Oktober 2024, harapannya semakin banyak pengusaha muslim yang sukses dan dapat memberi manfaat bagi umat.

Sekretaris Jenderal KPMI Korwil Bogor yang juga menjabat Direktur IT KPMI Korwil Bogor, Zainal Abidin mengumumkan jadwal acara mendatang, yaitu budidaya anggur (6/10), produksi cuka apel (12/10), furnitur (19/10), dan kuliner kebuli Abu Ali diakhir pekan bulan Oktober serta ada pelatihan public speaking (9/10).

Peserta mengajukan pertanyaan pada acara NGOBIS Goes to Industry - KPMI Bogor. (28/09) (serambimekkah.com)
Peserta mengajukan pertanyaan pada acara NGOBIS Goes to Industry – KPMI Bogor. (28/09) (serambimekkah.com)

Suraji, salah satu peserta, dengan antusias menanyakan tentang permodalan syariah, “Bagaimana cara mendapatkan modal yang sesuai syariah untuk memulai usaha?”

Menanggapi pertanyaan tentang modal sesuai syariah, Ustadz Ahmad menjelaskan berbagai opsi pembiayaan syariah, mulai dari kemitraan langsung (private equity) hingga pembiayaan bank syariah, beliau menegaskan “Yang penting pahami akadnya dan pastikan sesuai syariah.”

Private Equity Ini semacam patungan antara investor dan pemilik proyek, di KPMI sendiri sudah ada forum seperti ini,” pungkas Ustadz Ahmad.

Di akhir acara, Kusnan membuka peluang kemitraan dan investasi bagi anggota KPMI yang berminat, seraya berujar, “Kita bisa mulai dari paket 100 ekor. Nanti kita siapkan lokasi, pembinaan, dan pemasarannya.”

Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan pembagian telur omega gratis kepada peserta. Para peserta berharap acara semacam ini dapat terus diadakan untuk menambah wawasan bisnis yang sesuai dengan syariat.

Konsumsi Telur Per Kapita

  • Indonesia: 7,08 kg/kapita/tahun
  • Dunia: 10.5 kg/kapita/tahun
  • Malaysia: 19,656 kg/kapita/tahun
  • Thailand: 12 kg/kapita/tahun
  • Singapura: 17,7 kg/kapita/tahun
Menurut data terbaru dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), konsumsi telur ayam ras di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 7,08 kg/kapita/tahun dan pada tahun 2023 turun menjadi 6,69 kg/kapita/tahun. (sumber: databoks.katadata.co.id)
Menurut data terbaru dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), konsumsi telur ayam ras di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 7,08 kg/kapita/tahun dan pada tahun 2023 turun menjadi 6,69 kg/kapita/tahun. (sumber: databoks.katadata.co.id)
Rata-rata konsumsi telur dunia berada di angka 10,5 kg/kapita/tahun. (sumber: goodstats.id)
Rata-rata konsumsi telur dunia berada di angka 10,5 kg/kapita/tahun. (sumber: goodstats.id)

Dengan populasi penduduk yang besar dan kapita konsumsi telur ayam ras yang masih rendah, Indonesia memiliki potensi pasar telur ayam yang signifikan untuk peningkatan konsumsi telur.